ISTRI / WANITA YANG IDEAL (SHOLEHAH) DAMBAAN PRIA SOLEH


Bismillahirrahmanirrahim,,

I. Berhati-hatilah dengan kecantikan. Banyak wanita yang menjadi hina karena merasa cantik. Banyak juga laki2 yang akhirnya harus kecewa karena ternyata kecantikan bukanlah faktor paling utama menuju keluarga sakinah. Kecantikan hanya setipis kulit ari. Walaupun tidak mengikari pentingnya kecantikan wajah,namun janganlah dijadikan tolak ukur satu2nya.

“Janganlah kalian mengawini wanita karena dia cantik, mungkin karena kecantikannya itu bisa mencelakakan”
(HR. Ibnu Majah, Abdullah bin umar r.a)

Seorang istri yang solehah harus mampu merawat wajah demi kebahagiaan suami. Sangat manusiawi jika suami ingin istrinya dalam keadaan cantik lahir dan batin.

Merawat / berhias (make up) wajah harus dilakukan disaat suami ada dirumah atau pulang kerja (jgn berhias untuk orang lain hukumnya dosa, karena kecantikan seorang istri hanya untuk suami seutuhnya), maksudnya berhiaslah untuk suamimu.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Wahai umar! Maukah engkau menerima sekiranya aku memberi kabar kepadamu mengenai simpanan yang terbaik ? dialah wanita sholehah, yang jika dilihat oleh suami menggairahkan” (HR. Abu daud dan Ibnu majah).

2. Wanita Islam, keluar rumah tidak boleh menampakkan bentuk tubuhnya(badanya) tidak boleh memakai pakaian ketat. “Siapapun wanita yang melepaskan pakaiannya (menampakkan auratnya) bukan dirumahnya sendiri, maka Allah akan merobek tirai kehormatannya (tidak ada penyelamat baginya)”. (HR. Ahmad, Tabrani dan Hakim).

Tapi dirumah didepan suami boleh manampakkan keseksian tubuhnya dengan pakaian ketat, antara suami-isterii tidak ada aurat (halal untuk dilihat)

3. Rasulullah melarang wanita mencukur rambut seperti pria dan pria dilarang memanjangkan rambut mirip seperti wanita.
Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,
“Rasulullah melarang wanita mencukur rambutnya (HR. Ahmad).
“Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita menyerupai laki-laki” (HR. Bukhari).
Islam juga melarang wanita menyambung rambutnya (wig)haram/dosa. Menyambung rambut adalah perbuatan terlarang sekalipun itu niatnya agar suami bahagia.

Demikian juga mewarnai rambut termasuk larangan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Allah melaknat perempuan yang menyambung rambutnya (wig, cemara, rambut palsu) dan yang minta dipakaikan cemara”. (HR. Bukhari dan Muslim).

4. Seorang wanita tampilan sederhana tapi terkesan mewah dengan bahan murah tapi dibuat pola mewah. Namun kesederhanaan / kemewahan ini tidak keluar dari kerangka pakaian Islam yaitu menutupi aurat dan bukan untuk kesombongan. Tidak tipis dan tidak ketat. Sehingga tidak ketinggalan mode.

Firman ALLAH Subhanahu WaTa'ala: “ katakanlah kepada wanita muslimah: “Hendaklah merekan menahan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka manampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka. (QS. An-Nur : 31)

Namun harus diakui, banyak istri yang kurang memperhatikan pentingnya wewangian ini di rumah. Malah justru sebaliknya, ketika akan pergi keundangan / pesta, baru memakai wewangian. Kalau begitu wewangian itu untuk siapa ?...

Bukankah seorang wanita dilarang memakai wewangian diluar rumah? Perintah memakai wewangian adalah dalam rangka memberikan bumbu dalam keharmonisan rumah tangga. Hal ini bukan berarti asal wangi, istri shalihah harus pandai memilih wewangian yang lembut. Tanyakan pada suami ketika memakai parfum tertentu, apakah cocok atau tidak dan pastikan juga parfumnya boleh dipakai untuk sholat.

5. Istri yang amanah dambaan suami sebaliknya. Sikap amanah akan menetramkan jiwa dan membuat rumah tangga penuh sinergi. Istri shalihah tidak akan menggunakan harta suami atau membelanjakan tanpa izin suaminya, ia akan menjaganya sebagai suatu amanah yang berat. “Sebaik-baik wanita ialah kalau kamu memandangnya bisa menyenangkan, kalau kamu perintah ia mamatuhimu, kalau kamu beri bagian ia bisa menerimanya, dan kalau kamu pergi ia akan menjaga dirinya (kehormatan) dan manjaga hartamu.” (HR. Nasa’i dll).

Istri yang shalihah pandai menjaga rahasia. Ia tidak akan menceritakan aib yang ada pada suaminya atau disekitar rumahnya. Apalagi rahasia “kamar (berhubungan badan)”.

Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Sesungguhnya diantara manusia ada yang paling jelek kedudukannya di depan Allah swt di hari kiamat yaitu orang (suami, istri) yang besebadan dengan pasangannya, lalu ia sebarkan/­menceritakan rahasianya”. (HR. Muslim).

6. Ghibah/gosip adalah menceritakan kejelekan seseorang dibelakangnya baik dia masih hidup atau sudah meninggal dunia. Ghibah dilandasi hasud / sekedar iseng / memuaskan hawa nafsu belaka. ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala., berfirman dalam surah (QS. Al-Hujurat : 12).Istri yang shalihah akan menjaga mulutnya dari ghibah. Justru lebih banyak istighfar, husnudhan (baik sangka) dan beribadah dari pada mengikuti hawa nafsu dengan ghibah. Gosip sangat berbahaya karena isinya dapat mengundang fitnah, buruk sangka, namimah (hasut/adu domba) atau ghibah.

Mereka yang biasa menggosip tergolong orang fasik. ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: “Wahai orang2 yang beriman! Jika datang kepada kalian orang2 fasik membawa berita, maka telusurilah kebenarannya supaya kalian tidak mencelakakan orang karena ketidaktahuan kalian sehingga kalian menyesal apa yang telah kalian lakukan. (QS. Al-Hujurat :6).

0 komentar:

Post a Comment

Google+ Followers

Followers